Timnas AMIN Pertanyakan Sikap KPU Hilangkan Debat Cawapres, Sebut Untungkan Gibran

JAKARTA — Timnas Pemangan Capres dan Cawapres Nomor Urut Satu Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) pertanyakan sikap KPU yang meniadakan debat khusus cawapres. Mereka menduga ada permainan yang disinyalir dilakukan untuk menguntungkan cawapres tertentu.

“Pelaksanaan debat capres-cawapres yang dulunya ada sesi terpisah, sekarang dilaksanakan bersamaan. Ini terjadi perubahan justru di saat orang-orang ingin mendengarkan dengan serius bagaimana cawapres menyampaikan ide dan gagasannya untuk Indonesia,” ujar Juru Bicara Timnas AMIN, Muhammad Ramli Rahim, Sabtu (2/12).

Menurut dia, KPU tidak seharusnya mengubah format debat yang pada Pilpres 2019 lalu mengadakan sesi debat khusus cawapres. Pasalnya, kata dia, orang-orang dapat menduga ada permainan yang dilakukan penyelenggara untuk menguntungkan cawapres tertrntu.

“Ini kan sudah berlangsung sejak lama. Dan jangan sampai memunculkan persepsi bahwa perubahan pola debat ini justru karena kekhawatiran kelemahan cawapres tertentu unuk mengikuti debat khusus,” katanya.

MRR, sapaannya, secara gamblang menyebut bahwa cawapres tertentu yang dimaksud adalah Gibran yang saat ini memang ramai menjadi perbincangan di publik. Jika itu benar, kata dia, seharusnya Gibran sejak awal tidak usah maju Pilpres 2024.

Pasalnya, sebut Ketua Umum Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) ini, semua capres maupun cawapres adalah orang-orang pilihan yang dianggap mampu mengatasi permasalahan apapun negeri ini.

“Sesuatu yang sebetulnya tidak perlu dikhawatirkan karena semua orang mengatakan bahwa mereka yang hampir tampil dalam kontestasi tertinggi eksekutif adalah orang terbaik bangsa,” ucap dia.

“Bahkan Tim Prabowo-Gibran pun mengatakan bahwa tidak perlu mengkhawatirkan masalah bangsa karena semua yang mengikuti Pilpres adalah orang terbaik. Nah ini, ada dugaan debat khusus cawapres dihilankan,” sesalnya menambahkan.

Berdasarkan adanya dugaan permainan tersebut, ditegaskan MRR, Timnas AMIN meminta KPU untuk tetap menggelar debat khusus cawapres secara terpisah. Agar rakyat dapat menilai kualitas cawapres mereka nanti.

“Karena sudah sepatutnya rakyat Indonesia melihat sendiri kualitas cawapres mereka, karena bagaimanapun potensi mereka memimpin kedepan menjadi capres itu sangat besar. Kita perlu melihat mereka tampil,” tegasnya.(*)