Berita  

Timnas AMIN Ucapkan Belasungkawa untuk Saksi yang Gugur , Tamsil Linrung : Mereka Adalah Pahlawan Demokrasi

JAKARTA,- Tim Nasional Anies – Muhaimin menyampaikan duka mendalam atas gugurnya sejumlah saksi saat bertugas mengawal suara pemilu. Para saksi merupakan barisan terdepan dalam menegakkan demokrasi. Mereka berhadapan langsung dengan situasi penuh dinamika demi menjaga surat suara yang berisi pesan penting tentang kedaulatan dari lebih dua ratus juta rakyat Indonesia. Demikian diutarakan oleh Ketua Deputi Saksi dan Pengorganisasian Tamsil Linrung dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Jum’at (23/2).

Tamsil mengatakan, saksi-saksi TPS tidak semata menjalankan tugas formal. Mereka menjaga subtansi demokrasi, yaitu memastikan setiap suara rakyat tidak dimanipulasi dan sampai kepada yang dimandatkan. “Kami berbelasungkawa. Turut berduka cita untuk para saksi yang gugur. Mereka adalah pahlawan demokrasi yang sesungguhnya. Bekerja penuh dedikasi, bersungguh-sungguh hingga jiwa pun dipertaruhkan,” sambungnya.

Tamsil menyampaikan, bahwa Timnas Amin memberikan dukungan untuk para saksi yang saat ini tengah dalam perawatan karena sakit ketika menjalankan tugas. “Terima kasih setinggi-tingginya. Termasuk yang hingga saat ini menjaga suara AMIN di PPK,” imbuhnya. Tamsil memastikan, struktur Timnas terus berkoordinasi dan memantau saksi yang terus bekerja di lapangan.

Co-Coach Timnas Amin ini menerangkan, pengorbanan para saksi harus mendapat perhatian dari negara. Terlebih saat ini anasir merobohkan demokrasi bekerja sistematis dan menampilkan indikasi yang nyata, namun para saksi berjibaku menjaga suara rakyat agar tidak dipermainkan. “Pemilu jangan cuma dianggap ritual lima tahunan. Dari momentum ini, ratusan juta rakyat menggantungkan harapan agar nasib dan kehidupannya menjadi lebih baik. Apa yang menggerakkan rakyat rela menjadi saksi kalau bukan harapan ingin melihat bangsanya menjadi lebih baik?” katanya.

Karena itu, Tamsil berharap seluruh elemen masyarakat bekerjasama untuk menjaga kualitas demokrasi. Termasuk terus melaporkan temuan kecurangan dalam proses pencoblosan hingga rekapitulasi yang saat ini tengah berlangsung. Menurutnya, jika semua elemen masyarakat punya spirit yang sama seperti semangat para saksi di TPS, maka kecurangan kualitatif maupun kecurangan kuantitatif pemilu bisa diminimalisir.

“Pemilu ini berongkos mahal. Banyak sakasi TPS yang gugur. Termasuk 94 orang KPPS, seperti keterangan Kemenkes. Jangan sampai apa yang telah dikorbankan, tidak sepadan karena menghasillan pemimpin yang legitimasinya lemah, ” tandas Tamsil.