Berita  

Sangat Layak, Ketum Logis 08 Anshar Ilo Dukung Sjafrie Sjamsoeddin Jadi Menhan

Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Logis 08 Anshar Ilo mendukung Letnan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di kabinet Prabowo-Gibran.

Menurut Ilo, Sjafrie Sjamsoeddin adalah sosok yang dibutuhkan oleh presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan seperti Menhan.

“Track record Pak Sjafrie sangat baik, tak hanya di militer, di pemerintahan pun karir beliau terbilang cemerlang,” demikian penjelasan Ketua Umum DPP Logis 08 Anshar Ilo dalam keterangannya, Minggu (12/5/2024).

Dukungan Logis 08 ini sekaligus membantah tuduhan sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai Masyarakat Papua Anti Toxic Orde Baru yang beredar di media sosial beberapa hari yang lalu.

Ilo menyebut, Sjafrie Sjamsoeddin adalah prajurit yang taat terhadap fatsun negara. Dia merah putih sejati yang terus berdedikasi buat bangsa dan negara.

“Menurut kami sangat keliru kalau ada yang mengkait-kaitkan Pak Sjafrie dengan rezim orde baru, saat itu Pak Sjafrie hanya menjalankan tugas sebagai seorang prajurit, tidak ada yang salah dengan hal itu,” tegas Ilo.

Ilo juga mengingatkan kepada pihak-pihak tertentu untuk jangan membangun opini yang tidak memiliki dasar yang kuat, apalagi cenderung mengada-ada sehingga berpotensi menimbulkan fitnah di masyarakat.

“Kalau kita mau bicara rekam jejak, Pak Sjafrie itu punya rekam jejak yang sangat mumpuni. Pernah menjabat sebagai Pangdam Jaya, Kapuspen TNI, Sekjen Departemen Pertahanan, dan kemudian menjadi Wakil Menteri Pertahanan di era Pak SBY,” bebernya.

Ilo juga menambahkan, kiprah sahabat baik Prabowo Subianto ini di institusi TNI telah banyak mereformasi sistem pertahanan kita menjadi lebih modern dan maju, terutama seperti pada pengadaan alat utama sistem persenjataan (alusista).

“Selama ini sistem pembelanjaan alusista kita sangat bebas dan cenderung menguntungkan para mafia atau broker, tapi Pak Sjafrie mampu melakukan sebuah reformasi internal yang berhasil mengikis peran broker seminimal mungkin sehingga pengadaan barang dan jasa serta alusista di Kementerian Pertahanan lebih efisien,” pungkas Anshar Ilo.