Berita  

Nuansa Politik Lokal Papua Selatan Pemimpin Ambisi dan Ilusi

Detikbangsa, Papua,-Ketika di temui Bpk Frederikus Gebze,SE.,M.Si.yang mana beliau mantan Bupati Merauke periode 2016-2022 ini katanya jangan ambisi jangan ilusi tapi cari solusi. gubernur hanya 1 (orang) dan bupati 1( orang) mengapa kita memperebutkan dan diadu sesama anak negri alias anak asli Papua Selatan.Rabu (05/06/2024)

“ini di adu sesama anak negeri dengan dalil kesejakteraan dan keadilan yang ternnyata itu di mainkan oleh ambisi-ambisi dan pahlawan-pahlawan yang tidak berkaca hangankan membangun”.

lanjutnya “bekerja saja juga ada dosa ,sudah salah tapi tampil seperti serigala berbulu domba mulut manis penghasil racun dan penghacuran sendi dan tatanan sosial dan demokrasi”,

“tahun 2017 Merauke pernah menjadi tahun infestasi sampai saat ini belum ada satupun peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan”.ungkapnya

yang terjadi saat ini pertumbuhan APBN ke APBD itu saja yang terjadi, dimana asumsi tahun 2000-2010 dengan APBD 1 triliun berarti ada 10 t dan tahun 2011-2024 apbd 2 t berarti ada 26 t seharusnya dengan infestasi berarti 30 t. namun yang terjadi kita bisa lihat apa yang kita dapat.

” kecuali di thn 2016-2021 ada pembangunan daerah kabupaten merauke saat itu dan juga pembangunan kafasilitas untuk kegiatan negara”,ucapnya

dapat dibayangkan para calon gubernur dan para calon bupati boneka yang dipersiapkan politik bisnis dan kelinci percobaan partai politik,sedang merangcang kehancuran MERAUKE dan PPS jilid II.

nah harusnya infestasi mendatangkan kesejateraan tapi ternyata melahirkan bencana. jadi yang merusak merauke,bukan orang dari luar tapi badut-badut politik lokal yang diconger karena kepentingan ambisi dan oligarki serta opurtunis koloniallah yang mendorong semua orang untuk berperang politik di negri tanah datar sedatar hatinya, tanah yang luas sejauh mata memandang, sangat disayangkan jika para pempimpin yang bermimpi ini dan partai politik tidak duduk bersama untuk berbicara dari hati ke hati, lewat adat, agama dan budaya maka era penghancuran dirancang oleh anak negri,yang ngeri dan seram merusak negrinya dari dalam.

mari kita sebelum terlambat rekonsiliasi dan diskusi agar untuk gubernur cukup 2 pasangan dan untuk bupati 2 saja agar negri ini kita bangun jangan kita berperang nanti hukum akan menjadi panglima bahwa ada yang bersalah tuhan pun akan berperan mainkan kekuasaanya.

” kami mengajak rekonsiliasi dan cari solusi secepat mungkin kaum milineal dan pemuda dan organisasi harus mengambil peran jika tidak maka kita akan menjadi penonton dan anya sakit hati yang terucap serta, ketidakadilan yang akan kita dapatkan”. katanya

maka sayonara dan selamat tinggal semua kenangan mari masyarakat merauke bangun dan sadar jangan terlena mau jadi bupati untuk siapa ,mau maju gubernur untuk siapa katanya ada otsus, katanya ada dana kampung, katanya ada raskin ,katanya ada PHK,BLT dan sebagainya.

“trus mau apa lagi tanah sudah habis, trus mo jual yang mana lagi,jual saja harga diri karena politik hasutan, politik dapat tipu merasa hebat padahal duit pengusaha yang dipake terus jadi kembali dengan monopoli APBD”.

malu jadi pemimpin tapi di injak kepalanya diatur otaknya pajang senyum kepalsuan atas nama rakyat ketika pupuk BBM harga melambung, bencana kemana semua pahlawan politik itu menyalahkan alam padahal mereka yang tanda tangan untuk infestasi sekarang, cari pemimpin berikut untuk buka dosa baru lagi mari kita harus putuskan ini
dari Frederikus Gebze,SE., M.S.i
Dosen Stisipol dan Yapis. tutupnya.(c84)