Berita  

Diduga Rangkap Jabatan Sebagai Jurnalis Guru SD di Pangkep diminta Ada Teguran dari Disdik

PANGKEP.- Seorang guru (PNS) di sekolah dasar (SD) 9 di Desa Mattiro Deceng kecamatan Liukang tupabiring kabupaten Pangkajene dan Kepulauan diduga merangkap sebagai Wartawan (Jurnalistk),

Inspektorat, Dinas Pendidikan Provinsi dan kabupaten kota untuk segera mengambil tindakan untuk di Proses secara jalur Hukum yang berlaku di Negara Indonesia demi Penegakan kedisiplinan kerja para PNS.

Banyak kalangan Masyarakat yang menyoroti Terkait masalah kinerja inisial Ags selaku guru kelas di sekolah dasar 9 di pulau Badi Desa Mattiro Deceng kecamatan Liukang tupabiring kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang malas mengajar dan berkunjung ke pulau badi tempat dia mengajar pada hal tiap bulan dia menikmati Gaji APBN, ada apa,,,? kinerja Inspektorat, kabupaten Pangkep perlu di pertanyakan.

Berdasarkan laporan tokoh masyarakat /Nara sumber yang tidak mau di sebut namanya di Media ini saat di temui di suatu tempat mengatakan bahwa Ags adalah salah satu Guru PNS di sekolah dasar 9 Pulau Badi, beliau pun Asli Orang Pulau Badi Namun dia bersama Istri dan Anak-anaknya tinggal di Pangkep dan malas berkunjung ke pulau Badi serta tidak pernah Aktif mengajar selama bertahun tahun lamanya, nah yang jadi pertanyaan Masyarakat, ada apa dengan Ags kenapa tidak ada teguran atau tindak lanjut dari Instansi terkait di kabupaten Pangkep, khususnya Inspektorat,

Ironisnya beliau mengaku di Masyarakat bahwa dia juga berprofesi sebagai Wartawan ( Jurnalis ) jabatannya sebagai kepala Biro Kabupaten Pangkep di salah satu Media On Line, Apakah ini bukan Pelanggaran,,? Setau kami seorang PNS yang menikmati APBN tiap bulan itu tidak bisa merangkap profesi sebagai Wartawan (Jurnalis) dan menurut prediksi kami kemungkinan besar Profesinya sebagai Wartawan dan menjadikan sebagai tombak yang punya maksud dan tujuan demi untuk kepentingan Pribadinya, Negara di rugikan, Oleh karena itu kami meminta kepada dewan PERS untuk segera mengambil tindakan dan memberikan Sanksi yang setimpal sebagaimana pelanggaran yang di lakukan inisial Ags dan merangkap sebagai Wartawan (Jurnalis), khususnya pelanggaran yang di rilis dalam UU Jurnalistik, Pungkasnya.

meminta kepada Instansi terkait agar segera mengambil Tindakan dan memproses secara jalur Hukum yang berlaku, terkhusus bapak Bupati kabupaten Pangkep untuk segera memberikan Sanksi yang setimpal supaya tidak terjadi lagi kepada Guru-Guru yang nakal lainnya di Negara Indonesia, karena tindakan ini adalah satu momentum publik, sebagai pembelajaran Untuk para Oknum PNS yang Nakal.

Laporan : Tim Investigasi Gabungan Media Nasional Indonesia.